Find Us On Social Media :

Banyak yang Bingung! Simak Pilihan Leher Knalpot Standar Bobok, Mau Bawah Apa di Atas?

By Arseen, Selasa, 5 Februari 2019 | 16:45 WIB
Ilustrasi knalpot standar (2banh.vn)

MOTOR Plus-online.com - Knalpot bobokan untuk Bore-up ada beberapa pilihan bentuk lehernya.

Biar enggak bingung, Bayu Prihatna Bakti, dari Bayou Knalpot kasih beberannya nih.

Katanya, ada  4 macam bentuk pipa yang selalu diterapkannya ke konsumen.

Yuk dirinci satu-persatu pilihan leher knalpot standar boboknya..
 
Baca Juga : Warga Depok Geger, Lelaki Pakai Jaket Ojol Tenteng Senjata Laras Panjang, Dua Orang Diringkus
 
Baca Juga : Tidak Lagi 'Semakin di Depan', Ini Slogan Baru Yamaha Indonesia, Rossi Ikutan Juga!
 
Untuk yang ingin nafasnya pendek-pendek tapi responsif bisa mengaplikasi bentuk melengkung.
 
Lekukannya mirip logo sepatu olah raga, Nike.
 
"Leher ini menawarkan tenaga bawah hingga menengahnya dapat tercapai dengan waktu singkat karena aliran gas buangnya lebih ngeplong alias freeflow karena tidak ada hambatan," jelas Bayu.

Kalau napas mesinnya tidak ingin cepat habis, bisa memilih model kedua.

 
Baca Juga : Wuih! Cuma Modal Rp 150 Ribu, Tenaga Mesin Yamaha NMAX Naik Jadi 12,9 dk
 
Baca Juga : Sadis! Paket Bore Up Buat Honda Sonic 150, Kapasitas Mesin Melejit Jadi 200 cc
 
Ubahan pipa ini layaknya pipa standar, tetapi tekukan lehernya lebih panjang 2 mm.
 
Lekukan ini yang berguna agar tendangan gas buangnya lebih tertahan. 

Sedang diameter pipanya bisa disesuaikan dengan korekan mesinnya.

 
Biasanya yang hanya bore up 150 saja pakai diameter pipa 24 mm, tapi kalau sudah ganti klep dan noken as bisa pakai pipa yang lebih besar
 
Baca Juga : Ada Warna Baru, Honda CRF250L Rally 2019 Lebih Ramah Buat Postur Asia
 
Baca Juga : Ini Spek Kepala Silinder Motor Yamaha Mio 200 CC Untuk Dragbike
 
Pilihan ketiga beda lagi. Yang ini khusus buat yang ingin napasnya panjang!
 
Misalnya doyan ngebut di trek panjang atau turing.
 
"Ada pipa dengan bentuk standar tapi didesain bertingkat. Dari pipa berdiameter 24mm, 26 mm, dan mendekati 28 atau 30 mm di dekat silincer," jelasnya.

"Khusus model leher knalpot ini, sebaiknya ubahan mesin bukan sekedar bore up 150 cc saja. Idealnya sudah harus aplikasi klep besar dan ubahan noken as," lanjut Bayu dari bengkelnya.

 
Yang terakhir, untuk pipa yang ini ada 4 sub.
 
Maksudnya, sama kayak pipa pilihan ketiga, tapi ada 4 sambungan.
 
“Mulai dari tekukan berukuran 24 mm, sambungan ke dua ukuran 26 mm, ke tiga 28 mm, dan ke empat 30 mm hingga ke silencer.
 
Namun sampe ke tabung kondoman pipanya, ukurannya 32 mm.
 
Pipa ini khusus yang udah Bore-up 58 ke atas, pakai klep gede, lift kem tinggi hingga ke main stroke-an 2 - 3 mm,” lanjut pria yang bengkelnya mangkal di Jl. Ki Hajar Dewantara, Kp. Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan.