“Pelaku itu menuduh korban telah menabrak adiknya dan pelaku minta pertanggungjawaban korban,” lanjutnya.
Pelaku minta Bima ikut dengannya dan pelaku mengajak Bima ke Magersari untuk memastikan keadaan adiknya.
Baca Juga : Ini Bukti Hasil Pengetesan Busi Lewat 10 Ribu Km Kinerjanya Turun
Menurutnya, pelaku sempat memohon korban agar ikut dengan berkata ‘minta tolong, mas. Ayo ikut adik saya parah karena kamu tabrak’.
“Akhirnya korban menuruti permintaan pelaku untuk ikut mengecek keadaan adiknya sang pelaku.”
“Pelaku membonceng korban dengan motor Vario. Tapi, korban tidak tahu nopol motor tersebut,” terangnya.
Tapi sebelum sampai tujuan, pelaku menurunkan Bima di rumah kosong di Dusun Kuwung, Meri, Kota Mojokerto.
Baca Juga : Jengkel Saat Ketemu Pemotor yang Knalpotnya Mengarah ke Muka? Laporkan, Pemilik Motor Bisa Dipidana
Pelaku beralasan hendak menjemput kakak dan adiknya.
“Pelaku lain ditinggal bersama teman korban (Bagus) di halte dekat SMPN 5 Kota Mojokerto,” ucapnya.
Selang beberapa menit, pelaku yang bersama Bagus membawa motor milik Bima yang ditinggal di halte SMPN 5 Kota Mojokerto.
“Pelaku kedua beralasan ke teman korban (Bagus) bahwa dirinya diminta oleh pelaku pertama membawa motor Bima.”
“Tujuannya untuk mencocokkan motor yang telah menabrak adiknya, apakah sesuai atau tidak?” ungkapnya.