Bahkan, pernah memboyong onderdil BSA dengan berat puluhan ton dari Pulau Jawa dengan menggunakan kapal laut.
Baca Juga : Banyak Yang Belum Tahu, Siapa Tuh ITDC Yang Gelar MotoGP Indonesia 2021?
"Becak BSA akhirnya terkumpul hingga 3.000 unit tahun 1971" ujar Erizal Kesuma Ginting.
"Ini sebagai jawaban untuk permintaan pasar sangat dibutuhkan," ujar imbuhnya
Siantar sebagai kota tujuan berbelanja masyarakat dari daerah Samosir, Tobasa, Simalungun, dan Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Penulis buku sejarah "Siantar Berdarah" ini menceritakan tahun 1972 motor gede dengan kekuatan 350 cc hingga 550 cc ini berhenti diproduksi.
Baca Juga : Masih Nekat Pasang Kanopi di Motor? Ini Bahaya yang Muncul Menurut Pakar Safety Riding
Pengendara becak BSA Siantar sedang mangkal di Jalan Surabaya Kota Pematangsiantar, Rabu (21/2/2019). (TRIBUN MEDAN)
Pemberhentian produksi BSA karena munculnya kendaraan ringan dan irit asal Jepang, Honda.
Masyarakat mulai antusias beralih membeli sepeda motor Honda padahal dari sisi kualitas, BSA yang mulai diproduksi tahun 1920 memiliki kekuatan yang lebih unggul.
"Kekuatan yang tinggi. Kendaraan BSA ini memang dipersiapkan untuk militer daerah perang."
"Memang diciptakan untuk hancur-hancuran. BSA memang untuk konvensional," ujarnya.
Baca Juga : Agar Gak Mogok Motor Injeksi Kudu Cek Dan Ganti Filter Fuel Pump, Kapan Jadwalnya?