MOTOR Plus-online.com - Bos Ducati, Paolo Ciabatti, mengkritik mantan pembalapnya, Jorge Lorenzo, atas taktiknya yang berisiko pada musim lalu.
Jorge Lorenzo hengkang ke Honda dari Ducati sejak akhir musim lalu.
Di Ducati, dia berpartner dengan Andrea Dovizioso.
Namun, hubungan keduanya jauh dari kata akur karena taktik Lorenzo yang kerap berisiko.
Baca Juga : Tega Banget, Driver Ojek Online Dapat Order, Bawa Motor Sampai Begini
Baca Juga : Awas! Masih Berani Berhenti Lewati Marka Saat Lampu Merah? Dendanya Mahal
Paolo Ciabatti berharap kejadian serupa tidak terulang dengan kepindahan Lorenzo dan kehadiran Danilo Petrucci sebagai penggantinya.
Saya paham MotoGP adalah olahraga individu, tetapi Ducati memilih pembalap yang menempatkan kepentingan perusahaan sama besarnya dengan kepentingan pribadi," kata Ciabatti.
Dia menjadikan balapan di GP Misano pada 2018 lalu sebagai contoh.
"Musim lalu Lorenzo menang di Mugello dan Dovi finis di urutan kedua.
Baca Juga : Blak-blakan! Pihak Dorna Benarkan Indonesia Jadi Host MotoGP 2021
Kalau mereka bisa melakukan hal yang sama di Misano akan jadi hal yang sangat bagus, tetapi Jorge jatuh saat dia mengejar Andrea karena ingin menyalipnya," ujar Ciabatti lagi.
"Kalau Anda berada di urutan kedua pada lap terakhir dan rekan setim Anda berada di depan, tidak masuk akal kalau Anda mengambil risiko tabrakan.