Suspensi depannya menganut sistem upside-down, namun memakai tabung warna hitam agar lebih kalem.
Suspensi belakang memakai monosok, dan pakai cakram wave alias bergelombang, yang dijepit kaliper Nissin 2-piston.
Namun biar retronya kuat, dipakai pelek jari-jari dengan warna hitam, cakep!
Panel instrumen Honda CB190SS sudah full digital di speedometernya (newmotor.com.cn)
Untuk mesin, CB190SS memakai mesin 1-silinder 184 cc 4-klep pendingin udara, dan pakai injeksi elektronik PGM-FI.
Yang mantap, banyak fitur canggih dibenamkan di motor ini, bisa disimak di panel instrumennya.
Speedometernya sudah full digital, dan terlihat sudah pakai rem ABS, makanya ada lampu indikatornya.
Memang tidak futuristis CB150 Exmotion yang full digital, namun buat penyuka motor retro, takometer analog lebih disukai.
Baca Juga : Geger Cover Cakram Misterius di Motor Ducati, Dovizioso dan Petrucci Bakal Menang di Qatar?
Baca Juga : Breaking News! Zul Zivilia Ditangkap Polisi Miliki Narkoba, Ternyata Penggemar Motor Sport dan Modifikasi
Belum ada informasi harga, dan apakah motor ini akan diekspor ke negara lain seperti Indonesia.
Tren motor retro di Indonesia, sebenarnya cukup menggiurkan, bisa dilihat larisnya Kawasaki W175.
Kita tunggu saja, apakah PT Astra Honda Motor (AHM) tertarik, untuk memasarkan CB190SS ke Indonesia.