Find Us On Social Media :

Gak Perlu Bore Up, Performa Suzuki Satria F 150 Melonjak Drastis Sentuh 23,48 Hp, Edan...

By , , Sabtu, 13 April 2019 | 07:19
satria FU 150 (otomotifnet.com)

Lalu, guna mengejar asupan gas yang deras dan cepat ke ruang bakar dan melancarkan sisa hasil pembakaran, saluran masuk dan buang diporting.

Hambatan yang ada pada saluran diminimalkan. Trus, klep in dan ex diganti pakai diameter 24/22 mm (standar 22/19 mm) dengan sitting klep berbahan berilium.

Baca Juga : Dulu Protes, Honda Malah Tiru Spoiler Swingarm Ducati di MotoGP Amerika 2019

Hasilnya, ketika diukur pakai flowbench semula yang gas speednya mentok di 110 cfm (standar) pada tinggi angkatan kem (lift) 9 mm, usai diporting melonjak naik jadi 150 cfm, atau meningkat sebanyak 27,3 %.

Selanjutnya, profil kem dibenahi ulang pakai metode trygonometry.

“Sekarang pakai hasil riset ke-10,” beber Tomy.

Spek-nya, kem ex membuka di 61 derajat sebelum TMB (setelah angkatan 1 mm) dan menutup di 40 derajat setelah TMA (durasi 281 derajat).

Baca Juga : Sempat Terjatuh di FP1, Segini Hasil Dimas Ekky Saat FP2 Moto2 Amerika 2019

Liftnya 8,18 mm dengan LSA 105 - 90 derajat dan overlap 3,99 mm.

Sedang kem in membuka di 31 derajat sebelum TMA, dan menutup 56 derajat setelah TMB (durasi 267 derajat).

Tinggi angkatan klepnya 8,38 mm dengan LSA 100 -109 derajat dan overlap 4,46 mm.

“Pakai metode trygonometry, profil kem bisa diatur menyesuaikan kekuatan per klep. Per klepnya masih pakai standar pabrik, lho.

Baca Juga : Aduh, Dimas Ekky Terjatuh di Sesi Latihan Bebas FP1 Moto2 Amerika 2019