Yap, jika pembalap sedang haus, pembalap bisa meraih selang di helm, yang terhubung ke punuk.
Biasanya pembalap membutuhkan air, ketika balapan di sirkuit suhu tinggi seperti Sepang.
Meskipun dari pengakuan pembalap seperti Casey Stoner, air di hydrobag biasanya sudah keburu panas untuk diminum.
Baca Juga : Kecelakaan Fatal Bikin Macet Jalur Pantura, Atap Honda Brio Terlipat Hantam Truk Pengangkut Honda Scoopy
Isi dalam punuk wearpack pembalap MotoGP (formulamag.com.au)
Selain itu, di dalam punuk tersebut dibenamkan banyak perangkat elektronik.
Perangkat elektronik itu untuk mengaktifkan sistem airbag, atau kantung udara.
Makanya ada prosesor, sensor, dan komponen lain yang menyalakan airbag, ketika pembalap mengalami crash.
Saat pertama muncul, airbag ini keluar di luar wearpack dengan penampakan yang sangat terlihat.
Baca Juga : Waduh, Kenapa Nih Rumah Artis Cantik Luna Maya Diserbu Oleh Pengendara Ojek Online
Beberapa pembalap seperti Jorge Lorenzo, awalnya kurang menyukai airbag di wearpack.
Lorenzo tidak suka karena akibat airbag, wearpack jadi tidak fleksibel, menyulitkan saat bermanuver.
"Namun saat ini sudah lebih ringkas, dan hanya keluar di bagian tertentu," sebut Jeremy Appleton.