"Kemarin dari penyelidikan awal, sopir mengaku baru pertama kali melewati jalur tanjakan Bundelan."
"Sopir mengatakan melalui jalur tersebut atas rekomendasi dari Google Maps," tukas AKP Mega Tetuko.
Untuk langkah ke depan, pihak kepolisian mengirimkan pesan ke Google.
Baca Juga : Terbongkar Lima Kelebihan Pertamax Dibanding Premium dan Pertalite Kenapa Harganya Lebih Mahal
Pihak kepolisian inginkan Google, tidak merekomendasikan jalur tersebut dilalui kendaraan dari Klaten menuju ke Gunungkidul.
Soalnya, tanjakan tersebut dinilai curam, dan membahayakan bagi pengemudi.
Pihak kepolisan sarankan pengendara, memilih jalur Piyungan, Bantul, atau tanjakan Sambeng, Ngawen serta jalur kecamatan Semin.
Karena sebulan yang lalu, tanjakan Bundelan juga mengakibatkan sebuah mobil keluarga, masuk ke jurang karena tidak kuat menanjak.
Baca Juga : Kebangetan, Rossi Kalah Sama Pembalap Tim Satelit, Gak Lolos ke Q2 MotoGP Spanyol
"Pada apilikasi Google Maps juga ada kolom masukan atau saran, kami sudah mengirim saran agar jalur tanjakan Bundelan tidak ditampilkan pada aplikasi," sebut AKP Mega Tetuko.
"Semoga saat arus mudik sudah tidak muncul di aplikasi," tambahnya
Selain memberi pesan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan, untuk memasang rambu-rambu lalu lintas permanen.
Agar kendaraan besar, tidak boleh melintas di tanjakan Bundelan.