MOTOR Plus-online.com - Momentum hari raya Idul Fitri sering digunakan untuk mudik alias pulang kampung.
Masyarakat yang tinggal di Jabodetabek berbondong-bondong menuju kampung halaman masing-masing untuk merayakan Lebaran.
Tapi ternyata masih banyak masyarakat yang pulang kampung naik motor.
Padahal, selain berbahaya naik motor untuk pulang ke kampung halaman terlalu beresiko.
Baca Juga: Awas, Sebentar Lagi Diberlakukan, STNK Mati 2 Tahun Identitas Kendaraan Akan Dihapus
Baca Juga: Bos Honda Cemas, Ingatkan Marc Marquez Untuk Waspadai Pembalap Muda Ini
Tingkat kemungkinan terjadi kecelakaan sangat tinggi sehingga kewaspadaan sebelum dan saat berada di jalan raya harus ditingkatkan.
Jusri Pulubuhu, Instruktur Kepala dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengungkapkan, jika pengendara menyadari bahwa jalan raya merupakan tempat berbahaya, otomatis ada tingkat kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan akan meningkat.
“Jika tahu bahwa aktivitas berkendara merupakan hal yang berbahaya, kewaspadaan pasti akan meningkat.
Kesadaran ini akan membuat pengemudi mempersingkat waktu di jalan raya,” ujar Jusri.
Baca Juga: Video Detik-detik Balap Liar Tegang, Pemotor Keluarkan Celurit Tantang Carok Gara-gara Ditegur
Jusri menambahkan, sebelum berada di jalan raya, ada 10 cara untuk mengendalikan resiko kecelakaan di jalan raya.
1. Jika memungkinkan, hindari berada di jalan raya. Saat berkegiatan, ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.