"Franco dan aku, kami banyak bicara, karena kami berdua menggunakan merek yang sama. Kami berbicara tentang pilihan ban dan set up-nya," buka Rossi dilansir dari Speedweek.com.
"Franco sangat cepat di awal balapan, tetapi setelah itu sepertinya kami memiliki beberapa keunggulan dengan ban bekas," lanjutnya.
Baca Juga : Ketat, Saingan Kawasaki KLX dan Honda CRF Berkapasitas Mesin 250 Cc Muncul, Tampang Gahar
"Kami menggunakan pengaturan yang sedikit berbeda. Franco memiliki lebih banyak masalah dengan ban bekas daripada saya, terutama di depan, "kata Rossi.
Yamaha telah mengirimkan sepeda motor bekas ke tim Tech3 selama bertahun-tahun.
Tetapi sekarang tim SRT Petronas juga telah mendapatkan motor pabrikan 2019.
Setelah HRC (Crutchlow) dan Ducati (Miller) serta Red Bull KTM (Oliveira) memberikan motor pabrikan ke pembalap terkuat mereka meskipun di tim satelit.
Baca Juga : Biar Tahu Rasa, Video Geng Motor Ciut Dikeroyok Komunitas Motor
"Dalam dua tahun terakhir, Yamaha sering berada dalam kekacauan di MotoGP karena materi baru di tim pabrikan tidak berfungsi," ungkapnya
"Zarco menggunakan motor pabrikan dua tahun lalu, tetapi dia sering lebih cepat dari kami. Tentu, Zarco adalah pembalap yang sangat cepat," beber Rossi.
"Tetapi biasanya materi lama lebih kuat daripada yang baru. Sekarang situasinya lebih jelas bagi semua pihak. Empat sepeda motor dari tim pabrikan dan Petronas sangat mirip," jelasnya.
"Pada MotoGP Jerez, Quartartaro sangat cepat. Ia mengemudi dengan sempurna. Dia tercepat di kualifikasi, dan akan finish kedua dalam perlombaan, atau ketiga dalam kasus terburuk, jika saja shift linkage nya tidak putus," tambah pembalap bernomor start 46 itu.
Baca Juga : Awas, Sebentar Lagi Diberlakukan, STNK Mati 2 Tahun Identitas Kendaraan Akan Dihapus