Find Us On Social Media :

Awas Pantura Akan Lumpuh Pemudik Pakai Motor Juga Harus Waspada

By Kamis, 23 Mei 2019 | 10:14
(TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

"Sekitar 22 menit sekali kereta melintas di Kota Pekalongan pada hari biasa, dan pada akhir pekan bisa 10 sampai 15 menit sekali kereta melintas.

Hal tersebut membuat kendaraan yang melintas di Jalan KH Mas Mansyur harus mengantri," jelasnya.

Slamet menerangkan, dari 10 perlintasan kereta api, dua di antaranya berpotensi menimbulkan kemacetan.

Baca Juga: Mau Tebar Ancaman? Video Wajah Sedih Puluhan Geng Motor Saat Digerebek Polisi dan Ojek Online

"Karena dua perlintasan itu membelah Jalan Pantura Kota Pekalongan, selain di Jalan KH Mas Mansyur. Perlintasan kereta di Jalan Slamet juga menjadi titik rawan kemacetan," ujar Slamet.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang, dilanjutkannya Slamet, Dinhub bersama Satlantas Polres Pekalongon akan mengarahkan kendaraan dari Jalan Pantura ke jalur alternatif.

"Kami sudah menyiapkan jalur alternatif melalui Jalan Seruni, namun jika jumlah kendaraan membludak akan kami arahkan kendaraan lewat jalan tol dengan melakukan koordinasi bersama Satlantas Polres Pemalang," katanya.

Ia menambahkan, belum keluarnya larangan kendaraan berat melintas saat arus mudik, menjadi pekerjaan rumah bagi jajarannya.

Baca Juga: Jangan Kasih Kendor, Video Dimas Ekky Serius Jalani Tes Moto2 di Catalunya

"Kami terkendala dengan lahan parkir jika truk diizinkan melintas di Jalan Pantura saat arus mudik.

Karena rencana kami, jika Jalan Pantura padat kendaraan berat akan ditempatkan di lahan parkir untuk sementara," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Slamet: Jika Jumlah Kendaraan yang Melintas di Kota Pekalongan Capai 80 Ribu, Pantura Akan Lumpuh