Tarif Mobec sendiri, kata Pak Sus, dimulai dari harga Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.
"Paling murah lima ribu dan paling mahal ya sepuluh ribu. Tergantung jaraknya sih ya, cuma ya paling mahal memang sepuluh ribu, murah, adem lagi ada tutupannya," ujar Pak Sus.
Baca Juga: Sering Menteror dan Rampas Motor, Kapolri Minta Jajarannya Sikat Habis Debt Collector
Biasanya, Pak Sus mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Dia mengatakan, armada Mobec ini berjumlah sekitar lebih dari sepuluh di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.
"Itu pun punya orang Mobec-nya. Saya sama teman-teman yang lain masih setorang ke pemiliknya. Sehari dua puluh ribu setorannya (Rp20 ribu)," tutur Pak Sus.
Dalam per hari, Pak Sus mengaku mampu mengantongi Rp 100 ribu.
Baca Juga: Warga Berhamburan, Video Detik-detik Dua Motor Adu Banteng, Satu Orang Merangkak
"Itu juga paling banyak, lumayan lah buat makan," kata Pak Sus.
Dia pun berharap, agar eksistensi Mobec ini terus diminati oleh warga Kemayoran Jakarta Pusat.
"Ya semoga saja tambah peminat dan tidak kalah dengan kendaraan ojek lainnya. Pakai ini saja kalau ke muter-muter Kemayoran, enak, adem," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Mobec ini motor bermesin 4-tak.
Baca Juga: Sekaligus Tiga, Nih Pembalap Indonesia Bikin Ramai MotoGP Italia