Keributan hampir terjadi di Jalan Dayehkolot-Bojong Soang pada Sabtu malam. Enam motor, masing-masing berboncengan dan membawa bendera, nyaris berkelahi dengan pengguna jalan lain saat melewati pertigaan.
Baca Juga: Ungkapan Mengejutkan Danilo Petrucci:
"Padahal saya sudah pasang sign mau belok, didului sama mereka, dan mereka ngotot, marah-marah ngajak berantem," ujar Hidayat (39) warga Jalan Mohammad Toha yang membawa motor kapasitas 150 cc.
Rajiman dan Heri berharap polisi melarang konvoi kendaraan bermotor pada malam hari dengan alasan apapun, baik itu sahur on the road ataupun alasan lainnya.
"Kalau konvoi nya kaya gitu lebih baik jangan diizinkan apalagi kalau konvoi dinihari mau sahur, seram pak, mana mereka bergerombok, gerung-gerung motor yang knalpotnya bising," ujar Heri diamini Rajiman.
Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema, saat dikonfirmasi, mengatakan polisi akan meningkatkan pengamanan jelang Lebaran.
"Ya, kami akan tindak lanjuti dengan KKYD (kegiatan kepolisian yang ditingkatkan) berupa tindakan razia jelang Lebaran supaya suasana Kota Bandung jelang Lebaran kondusif," ujar Irman Sugema via ponselnya.
Ia mengatakan, polisi selalu mengkaji kegiatan masyarakat dari aspek sisi negatif maupun posisif. "Sekiranya banyak dampak negatifnya lebih baik tidak dilakukan," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunjabar.id dengan judul 2 Malam Berturut-turut, Ada Konvoi Motor di Bandung, Sebagian Pakai Knalpot Bersuara Bising,