"Kami belum menyiapkan nama, namun berbentuk polisi yang menggendong seorang anak perempuan. Ini sebagai simbol polisi mengayomi masyarakat," kata Sudarto, Kepala SMK Karya Utama.
Sudarto menceritakan, inspirasi pembuatan patung berbentuk robot polisi datang dari aksi Bripka Safrul Senja Putra, anggota Bhabinkamtibmas yang menggendong sejumlah anak kecil untuk membantu mereka menyeberang sungai.
Aksi Safrul lalu ramai dibicarakan karena membantu warga Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Ngeri, Video Detik-detik Truk Seruduk 4 Motor di Turunan Rapak, Jalanan Langsung Macet
"Kami akan buat ornamen - ornamen air di kaki patung robot ini," ujar Sudarto.
Sudarto mengaku bersukur banyak pihak yang medukung, mulai dari komite sekolah, polisi, hingga masyarakat.
Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengaku tersanjung dengan niat mulia siswa-siswi SMK Karya Utama.
Sebagai stimulus, pihaknya memberikan bantuan berupa alat praktik dan topi baja berlogo Polri untuk robot itu.
"Ini sebagai stimulus," kata Nuredy.
Nuredy menyebutkan, rencananya robot polisi tersebut bakal dipajang di Polres Karawang.
Namun, ia akan berkoordinasi dengan Bupati Karawang dan pihak terkait, untuk meletakkan di jalan arteri yang terdapat pos polisi.
"Ini bisa menjadi icon tersendiri bagi Karawang. Juga menjadi stimulus bagi siswa dari sekolah lain untuk berkarya," ucapnya.
SMK Karya Utama Karawang dikenal sebagai sekolah yang menampung anak yatim dan kurang mampu di Karawang.