Tinggi jok Kawasaki KLX 230 mencapai 885 mm, bandingkan dengan Kawasaki KLX 150 yang hanya 870 mm.
Makanya tester harus jinjit saat berhenti, untungnya memakai sepatu boot Fox Comp sehingga lebih pede.
Oh iya, untuk bobot tester sekitar 75 kg, suspensinya empuk sehingga bagian belakang amblas, membuat kaki lebih dekat ke tanah.
Baca Juga: Tragis, Petugas PPSU Cantik yang Sempat Viral Ditabrak Motor Saat Menyapu Jalanan
Bodi ramping Kawasaki KLX 230 memudahkan dipakai berdiri (Indra GT / MOTOR-Plus.online.com)
Selain itu bodi dan bentuk tangki berkapasitas 7,5 liter cenderung ramping, sehingga kaki tidak harus melebar.
Bentuk joknya sendiri rata, agar rider lebih mudah mengganti posisi, terutama saat dipakai melibas medan off road.
Model setangnya khas motor trail, yaitu lebar dan tinggi, dengan posisi kaki dekat mesin.
Makanya badan lebih sigap, cocok buat dipakai harian di perkotaan, meski hati-hati bokong cepat panas karena joknya agak keras.
Baca Juga: Desain Macho dan Mesin Oke, Kenapa Yamaha YZF-R25 Enggak Laku Satupun di Negara Ini?
Handling Enteng Buat Jalan Aspal
Bicara soal handling, impresi dimulai saat sesi tes on road, melewati area BSD.
Dipakai di jalanan aspal yang campur mulus dan buruk, Kawasaki KLX 230 mampu meredam semua obstacle.