MOTOR Plus-online.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tidak setuju jika DKI Jakarta juga menerapkan kebijakan ganjil genap untuk sepeda motor.
Dirinya menilai, kebijakan tersebut tidak efektif, karena orang-orang justru akan membeli motor baru untuk menghindari ganjil genap.
"Enggak lah. Kalau motor jangan. Kalau motor ya, artinya orang akan makin banyak beli motor. Aku punya ganjil, aku beli yang genap lagi," kata Djarot saat ditemui di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).
Sementara itu, untuk perluasan ganjil genap bagi kendaraan roda empat atau lebih, Djarot mengaku setuju.
Baca Juga: Seneng Banget, Motor Yang Terbawa Tsunami dan Gempa Palu, Ditemukan Setelah Satu Tahun Hanyut
Baca Juga: Sidoarjo Mencekam, Rampok Bermotor Rampas Uang Rp 407 Juta, Warga Gak Berani Mendekat
Bahkan ia meminta perluasan ganjil genap itu bukan hanya untuk wilayahnya saja, tetapi juga jamnya.
Ia meyakini kebijakan itu akan efektif mengatasi polusi hingga kemacetan di ibu kota.
"Untuk ganjil genap oke diperluas dong," kata Djarot.
Kendati demikian, Djarot menilai perluasan ganjil genap itu hanya solusi jangka pendek.
Baca Juga: Bikin Geger, Spyshoot Skutik Yamaha NMAX Facelift Bocor, Stoplamp Meruncing, Sepatbor Model Baru
Menurut dia, akan lebih baik pemerintah DKI juga segera menerapkan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).
"Kalau ada ERP ganjil genap enggak usah. Punya mobil, kaya, enggak mau naik angkutan umum, masuk ERP, bayar," kata dia.