"Yang pertama ada kode nomor seri yang sama pada sil tutup botol dan botolnya, dari angkanya sampai posisinya juga sejajar," katanya.
Jika angka keduanya tidak sama atau posisinya tidak sejajar, dapat dipastikan oli tersebut sudah pernah dibuka.
Lalu yang selanjutnya adalah dari kode barcode yang ada di bodi botol.
Baca Juga: Gak Repot Lagi, Beli Bensin Pertamina Cukup Pakai Aplikasi Ezeelink, Efisien dan Ramah Lingkungan
"Ada kode barcode yang bisa discan pakai handphone pada botol olinya.
Barcode yang bisa discan pada botol oli (Fadhliansyah/Motorplus)
Nah barcode ini kalau sudah discan, nanti tidak akan bisa discan lagi. Karena tiap botol oli yang discan, mekanik atau pemilik bengkel akan mendapatkan poin dari aplikasi kita," katanya lagi.
Lalu pembeli juga sebaiknya melihat bagian bawah botol oli sebelum membelinya.
Karena pada bagian bawah terdapat angka produksi, pada bagian tengah terdapat tahun pembuatan.
Baca Juga: Mana Harga BBM Yang Paling Murah Antara Pertamina, Total dan Shell?
Sementara untuk anak panah menunjukkan bulan berapa oli tersebut diproduksi.
"Kalau angka tahunnya sudah lama seperti 2017/2018, bisa saja itu botol lama yang didaur ulang menjadi oli palsu," wantinya.
Angka di bawah botol yang menunjukkan tahun pembuatan (Fadhliansyah/Motorplus)