Lantaran tak terima dengan perlakuan itu, ungkap Dinda, anaknya itu sempat bergulat dengan pelaku meskipun pisau yang dihunuskan itu masih menancap dan darah segar mengalir deras dari luka sobek di pungungnya.
Baca Juga: Kece Badai, Honda Zoomer Dibikin Konsep Lowrider, Motor Jadi Kelihatan Lebih Seksi
"Terus anakku ngelawan orangnya, dipegang lehernya, baju, belakang, cuma anakku lagi kesakitan dilepas orangnya. Tapi anakku teriak teriak; rampok, rampok," ujar perempuan berkerudung itu.
Seraya berkemelut dengan si pelaku, lanjut Dinda, Deddy berteriak kencang.
Entah mungkin panik atau ada hal lain, pelaku sontak melarikan diri.
"Terus habis itu anakku lepas, orangnya lari loncat pagar RSIA, lari ke jalan raya tapi di belakang RSIA kan ada pabrik, di depannya ada CCTV juga itu," ujarnya.
Baca Juga: Awas Razia Diperketat, Polisi Punya Target Tilang Pelanggaran Ini
Namun, ungkap Dinda, anaknya itu sempat menyingkap topi warna merah yang dikenakan pria paruh baya itu untuk menutupi wajahnya.
"Waktu itu sebelum kabur, topinya diambil sama anakku, soalnya topinya itu buat nutupin wajah, setengah baya, pakai topi merah," kata ibu lima anak itu.
Setelah pelaku lari tunggang langgang tak diketahui jejaknya, Deddy yang masih dalam keadaan sadar, berinisiatif mencabut pisau yang masih menancap di punggunnya seorang diri.
"Anakku kan kesakitan, nah pisaunya itu dicabut sendiri, di sini, nah itu tembus sampai paru-paru lebarnya 5 cm, dalamnya juga 5 cm," katanya seraya menyentuh punggung sisi kanan jurnalis TribunJatim.com
Baca Juga: Cara Melepas Lem Korea Yang Sangat Lengket Itu, Cukup Pergi Ke Dapur
Lalu, dengan kondisi bersimbah darah pasca mencabut pisau tersebut, ungkap Dinda, anaknya itu langsung bergegas menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang letaknya tak jauh dari lokasinya penikaman itu.