Find Us On Social Media :

Warga Berhamburan, Honda Supra Hancur Terlipat Dihantam Nisan Livina, Begini Kondisi Korbannya

By Selasa, 24 September 2019 | 07:55
Honda Supra X hancur terlipat ditabrak Nisan Livina di Sukoharjo. (IG @infocegatansukoharjo)

Kasus kecelakaan bisa terjadi karena pemotor atau pengemudi mobil memacu kendaraan dengan kencang (ngebut).

Baca Juga: Akhirnya Honda Supra GTR 150 2019 Diluncurkan, Speedometernya Bikin Ngiler

Pemotor yang ngebut cenderung hilang kendali yang berujung pada kecelakaan.

Padahal selain kehilangan nyawa, pemotor yang ngebut atau ugal-ugalan di jalan bisa dijerat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 115.

Berikut isi pasal 115, dilarang mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan paling tinggi yang diperbolehkan, dan atau berbalapan dengan kendaran bermotor lain.

Tak berhenti sampai situ, pada aturan sama tertera juga sanksi yang bakal dikenakan ketika ada yang nekat melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Honda Africa Twin 2020 Diluncurkan, Punya Suspensi Dan Speedometer Ala Gold Wing

Mulai dari soal kecepatan, pada pasal 287 angka 5, jika ada yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah, bakal dipidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda maksimal Rp500.000.

Paling berat lagi pada pasal 297, jika ada yang nekat berbalapan di jalan akan dipidana dengan kurungan paling lama 1 (satu) tahun, atau denda paling banyak Rp3.000.000.