Gejala setelah terkena gas air mata antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.
Baca Juga: Gak Ada Kata Takut, Kawasaki W175 Dikerubungi Ratusan Pendemo, Cuma Numpang Mengais Rejeki
Selain itu, juga akan mengalami air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, terasa seperti tercekik, kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan, kemarahan intens.
Bahkan, bila sudah terkontaminasi gas air mata secara berat juga dapat menimbulkan muntah serta diare.
Apa yang harus dilakukan?
Yang perlu Anda lakukan saat pertama kali mendengar tembakan gas air mata adalah jangan panik dan segera mendongak ke atas.
Baca Juga: Tilang Elektronik Berlaku di Jalur Transjakarta, Polisi: Motor yang Lewat Akan Langsung Kena
Setelah itu, hindari berada di jalur yang sama dengan arah tembakan gas air mata.
Gas air mata biasa dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol.
Granat gas air mata kerap meledak di udara dan memuntahkan wadah logam yang akan memuntahkan gas.
Jangan sentuh wadah logam tersebut karena panas.
Baca Juga: Depan Gedung BPK Mencekam, Pendemo Terlibat Bentrokan dengan Aparat, Massa Rusak Motor di Parkiran
Selain itu, jangan mengambil tabung gas air mata yang tergeletak tak meledak, karena dikhawatirkan akan meledak sewaktu-waktu hingga berakibat cidera.