Berawal dari situ mulai jenuh, motor servis dikampung halaman tapi larinya tidak karuan seperti Honda Supra X 100.
Coba main ke bengkel teman di Bandung yang notabane bengkel kecil di Soreang Bandung.
Motor dipaksain ke Bandung lewat jalur puncak dengan kondisi gak kuat nanjak.
Baca Juga: Tren Pelek Suzuki Satria F150 di Dragbike, Balap Liar dan Funrace
SPEK MESIN
Di tahun 2013 pertama kali merasakan spek 200 cc harian, dan tercapai untuk pake harian.
Spek mesin sudah 200 cc (ISTIMEWA)
Speknya stroke naik 3 mm, seher pakai diemeter 66 mm forged, klep standar, karburator PE28 ori Honda Thailand, noken as Bearing, Koil YZ, CDI BRT Dual Band dan knalpot CLD.
"Begitu balik ke bengkel tahun 2014 mulai tertarik balap resmi, karna disana rutin ada latian dragbike dan event juga tepatnya di sirkuit Brigif ,Cimahi ,Jawa Barat," jelas Agung.
Akhirnya dirombak lagi untuk yang kedua kali sebagian part.
Baca Juga: Tampilan Baru Lebih Macho, Banyak yang Baru di All New Suzuki Satria F150
Stroke masih tetap seperti, seher 68 mm dari Kawasaki Boss, bearing Faito S720, rasio sudah close dan pengapian total loss
Setelah coba beberapa event di Brigif di joki Rizky Acil (Jocell), motor belum juga raih podium kelas bebek 200cc DOHC.