Find Us On Social Media :

Pasang Tarif Terlalu Murah, Ojek Online Maxim Asal Rusia Ditolak di Wilayah Ini

By , Selasa, 08 Oktober 2019 | 13:35
Maxim, perusahaan ojek online asal Rusia ditolak karena tarifnya terlalu murah (Kompas.com)

"Kami baru memulai bisnis kami belum sampai dengan satu tahun, namun kami telah berkembang cepat dan aktif, kami berharap dapat menyediakan layanan di kota-kota yang tersentuh," jelasnya.

Dapat penolakan dari Kaltim Masuknya perusahaan kompetitor Grab dan Gojek ini di sejumlah daerah mendapat perlawanan, salah satunya dari Kaltim.

Maxim merambah pasar di Kaltim khusus Balikpapan dan Samarinda sejak Juni 2019 lalu.

Baca Juga: Bikin Heboh, Video Anak Sultan Jadi Driver Ojek Online, Pakai Motor Tiga Roda Harga Miliaran

Maxim sempat mendapat penolakan di Balikpapan karena dinilai mematok harga batas minim Rp 4.000 per kilometer.

Sedang harga ditetapkan Kementerian Perhubungan minimal Rp 9.000 per kilometer.

Kantor Maxim yang terletak di Kompleks Mall Fantasi Blok A5 Balikpapan Baru sempat disegel Juli 2019 lalu oleh para driver online perusahaan kompetitor Maxim.

Ada dua permintaan dari aksi tersebut.

Baca Juga: Indonesia Berduka Wafatnya BJ Habibie, Ratusan Driver Ojek Online Ikut Mengantar Kepergiannya

Para driver kompetitor Maxim, Grab dan Gojek meminta agar Maxim mengikuti standar harga dan melengkapi izin angkutan sewa khusus (ASK) dari Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Kaltim sebelum beroperasi.

Saat ini Maxim hanya mengantongi izin dari Kementerian Informasi dan Informasi (Kominfo).

Maria Pukhova membantah pihaknya melanggar aturan, termasuk standar harga batasan minimum.

Karena itu pihaknya, tetap bekerja seperti biasanya. Ia mengaku izin lokasi di Balikpapan dikeluarkan pada 15 Mei 2019 dengan nama perusahaan PT Teknologi Perdana Indonesia bidang usaha aplikasi transportasi online.