"Karena Malang memang sering hujan, jadi saya harus antisipasi dari jauh-jauh hari supaya di Malang nanti saya siap tempur,” ujar kakak dari Gerry Salim ini.
Selain urusan ban, Tommy juga berlatih dengan settingan motor yang berbeda-beda, agar dia bisa cepat adaptasi dengan berbagai kondisi saat race di Malang nanti.
“Apalagi banyak tikungan yang harus diwaspadai di Malang, jadi saya harus rajin berlatih dengan berbagai settingan motor,” tutur Tommy.
Baca Juga: Ketat, Final Round 5 Trial Game Asphalt International Championship 2018
Persiapan matang Tommy menyambut seri Malang tak lepas dari kans meraih gelar juara di dua kelas.
Selain bertarung dengan Doni Tata dan Farudilla Adam di FFA 250, Tommy kini menjadi pemucak klasemen di kelas utama lainnya, yakni Trail 175 Open.
Di kelas itu Tommy sukses mengumpulkan 141 poin disusul rekan setimnya yaitu Surya Narayana di posisi kedua dengan 122 poin.
Mario CSP dari 76 Rider selaku penyelenggara TGA menuturkan, terpilihnya Malang sebagai salah satu kota diselenggarakannya TGA tak lepas dari banyaknya komunitas motor trail di Kota Apel ini.
Baca Juga: Trio Rider Bule Siap Pecahkan Final Trial Game Asphalt 2018
“Hal ini bisa dilihat di tahun lalu di Malang tercatat sebagai kota dengan peserta komunitas terbanyak yaitu 57 rider dari kelas Trail 175 Komunitas dan trail 150 Komunitas.
Tahun ini kami optimistis peserta di kelas komunitas akan lebih banyak di tahun sebelumnya sehingga balapan semakin kompetitif dan seru,” tutur Mario.
Demi melahirkan nuansa kompetitif tersebut, 76 Rider juga berkomitmen untuk melibatkan rider internasional dalam tiap gelaran Trial Game Asphalt.
Tahun ini, rider asal Inggris Lewish Cornish memastikan diri tancap gas di semua seri.