“Ketika menghadapi seri final round ini, saya meningkatkan porsi latihan fisik meskipun kondisi tubuh memang masih sakit karena accident kemarin. Dan hasilnya ternyata apa yang saya lakukan berbuah manis dengan meraih gelar Juara Umum tahun ini,” ujar Asep Lukman.
Asep Lukman baru mengikuti seri penuh Trial Game Dirt pada tahun ini dan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jelang Trial Game Asphalt Yogyakarta 2019, Dua Pembalap Coba Goyahkan Juara Bertahan di Kandangnya
Hasratnya untuk meraih tahta juara umum tak lepas dari perhelatan Trial Game Dirt sebagai ajang balap prestisius bagi para rider.
Berbeda dari kejuaraan lain yang ia ikuti, Asep Lukman menilai bahwa konsentrasi dan teknik mumpuni wajib dimiliki untuk bisa melintasi setiap trek dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
“Menurut pengalaman saya, Trial Game Dirt berbeda dari balapan lainnya. Dari segi event kemasannya bagus, serta antusias masyarakat dibanding dengan event sejenis lain."
"Kalau dari segi adrenaline juga sangat memacu dan menantang. Jadi ini benar-benar harus pakai teknik, menuntut kejelian, dan harus fokus. Lebih susah Trial Game Dirt dari pada motocross. Yang menang di motocross belum tentu menang di sini,” aku Asep Lukman.
Dengan dinobatkannya Asep Lukman sebagai raja baru Trial Game Dirt, kompetisi bergengsi balap motor trail ini akan semakin ketat, seru dan kompetitif di tahun–tahun mendatang.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Bapak Trial Game Indonesia, Tjahyadi Gunawan Meninggal Dunia
Karena, sejak tiga tahun terakhir tidak ada rider yang benar-benar mendominasi singasana juara.
Di tahun 2017, Aris Setyo sukses menjadi kampiun Trial Game Dirt.
Satu tahun berselang, Aris Setyo harus turun tahta dan digantikan dengan Arjun Wicaksana.
Mario CSP selaku Perwakilan 76 Rider menuturkan, dengan tahta juara yang berganti-ganti dalam tiga tahun terakhir menunjukkan Trial Game Dirt semakin kompetitif dan diminati para rider.