Yang membedakan Putra Petir dengan King Kong, adalah penyembunyian kabel dan slang yang lebih ekstrim.
Bisa brother lihat area kemudi King Kong yang bersih, dimana kabel gas bersembunyi di dalam setangnya.
Baca Juga: Royal Enfield Bullet 500 95% Handmade Panggil Aku Putra Petir
Suspensi springer buatan Elders Garage di King Kong (Indra GT / Motorplus-online.com)
Begitu pula suspensi springer di depan, sudut rake-nya tidak serebah Putra Petir yang rake-nya mencapai 38 derajat.
"Kalau King Kong lebih tegak supaya manuvernya lebih lincah, karena motor ini buat dipakai riding harian," jelas Sobirin, mekanik Elders Garage yang membangun King Kong.
Birin sapaan akrabnya juga menunjuk lokasi cakram yang sekarang bersembunyi di belakang gir belakang.
"Biar modelnya unik begini, remnya wajib pakem soalnya gak ada rem depan," ungkap Birin.
Baca Juga: Sekilas Mirip Chopperland Kepunyaan Jokowi, Motor Custom Ini Punya Warna Yang Menyilaukan!
Birin juga menjelaskan, banyak part hand made untuk King Kong dihasilkan di workshop Elders Garage.
"Mulai rangka Chopperland, pelek, suspensi, tangki peanut lalu bagian lain, bisa dibilang King Kong ini 80 persen total hand made," bangga Birin.
Namun yang paling ditonjolkan Birin, adalah knalpot hand made yang punya detail keren terutama di silencer tip-nya.
"Inspirasinya dari atap restoran Padang yang runcing," canda Birin soal knalpot Elders Garage ini.