Find Us On Social Media :

Wow, Ini Dia Nenek Moyang Honda BeAT, Kenapa Disebut Produk Gagal?

By , Kamis, 31 Oktober 2019 | 18:50
Skutik pendahulu Honda BeAT adalah Juno (AHM & Honda-Montesa.es)

Ukurannya emang tinggi banget, mirip windshield yang dipakai motor-motor touring kekinian.

Baca Juga: Harga Honda BeAT Street Update Akhir Bulan Oktober 2019, Bisa Dicicil Plus Dapat Diskon

Honda Juno (world.honda.com)

Lalu karena Soichiro Honda terkenal sebagai orang yang kurang suka dengan mesin 2-tak, maka Honda Juno diberikan mesin 4-tak 189 cc.

Seperti ditulis di awal, Honda Juno dibekali dengan transmisi tiga percepatan.

Performanya cukup lah buat sekadar jalan-jalan santai di kota, power maksimalnya 9 dk.

Lalu ada fitur yang baru yaitu electric starter, jadi tidak perlu mengengkol lagi.

Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini Alasan Motor Honda BeAT Lebih Banyak Dipakai Balap Matic Race

Biar terhitung canggih di zamannya, Honda Juno rupanya dianggap produk gagal.

Honda Juno generasi pertama, hanya diproduksi 5.980 unit selama satu setengah tahun.

Kihachiro Kawashima yang saat itu menjabat Executive Vice-President Honda, mengatakan biaya produksi Honda Juno terlalu mahal.

Mulai dari mesinnya cepat overheat, bodi plastiknya juga masih berat, membuat bobot motornya tembus 170 kg, makanya topspeednya hanya 70 km/jam.

Baca Juga: Honda BeAT Di Indonesia Ada 7 Model, Ini Perbedaan Serta Harganya