"Cita-cita lain Ridza pernah bilang mau bikin kafe bernuansa otomotif, tapi belum kesampaian," tutur Irwan Munandar.
Sepeninggal pembalap berbakat itu, keluarga pun berencana akan mewujudkan cita-cita almarhum.
"Berhubung dulu Afridza pengin membuka kafe, saya dan keluarga berencana membuat kafe sekaligus museum, untuk merealisasikan cita-cita yang belum kesampaian almarhum," katanya.
Rumah almarhum Afridza Munandar di Tasikmalaya, Jawa Barat. (Isep Heri / Tribun Jabar)
Museum sekaligus kafe itu nantinya akan dihiasi sejumlah barang bernuansa balap milik almarhum Afridza Syach Munandar.
Keluarga berharap dengan itu kenangan manis akan Afridza, sebagai pebalap yang mengharumkan nama Tasikmalaya dan Indonesia tetap ada.
Salah satu kenangan yang bakal dipasang, adalah wearpack Alpinestars yang dipakai Afridza saat kecelakaan.
Agar kondisinya lebih baik, keluarga Afridza memperbaikinya pada Andi Yohanandi, seorang spesialis reparasi kulit di Tasikmalaya.
Baca Juga: Gak Sangka, Pembalap MotoGP Ini Favoritkan Mendiang Afridza Syach di Asia Talent Cup 2019
"Iya, keluarga Afridza meminta saya untuk memperbaiki wearpack ini," jawab Andi kepada Motorplus-online melalui pesan singkat.
Andi sendiri mengunggah proses reparasi wearpack Alpinestars itu, di akun Facebook-nya.
"Bagian yang rusak itu dua lengan kiri-kanan, serta bagian kaki kiri-kanan," tambah Andi yang bermarkas di Jl. Sukawarni, depan Mayasari Plaza Tasikmalaya.