Rangka mengandalkan bahan dari pelat galvanis ketebalan 2,5 mm dibikin model delta box, dengan panjang sekitar 70 cm yang bisa dibongkar pasang.
”Finishing mulai sepatbor, tangki, bodi belakang dicelup krom, selanjutnya ditimpa dengan cat candy tone warna hitam yang dipadukan carbon kevlar,” tutur Hendro.
Pantas saja tampak sangat mengkilap!
Baca Juga: Tampil Jangkung Mirip Belalang, Honda CB4 X Concept Hadir di EICMA 2019, Fiturnya Enggak Nahan
Sokbreker belakang jadi di samping seperti Ducati Panigale (Wahyu Prasetya)
Pindah sektor kaki-kaki yang jadi terlihat lebih kekar.
Sokbreker depan mengadopsi upside down copotan milik Kawasaki Ninja ZX-6R 636 yang dikombinasi cakram dan master rem Ducati Panigale.
Merambah bagian belakang, swing arm model single arm menggunakan milik Ducati Hypermotard yang ditopang sokbreker Ohlins TTX EC.
Sedang pelek depan-belakang menggunakan limbah Ducati 848, selanjutnya dibalut ban Sinko E705.
Baca Juga: Bikin Pangling, Honda CB750 Usung Konsep Cafe Racer, Benamkan Kaki-kaki Motor Yamaha dan Suzuki
Spidometer andalkan keluaran Koso, yang sempat tenar di era Ninja 250 awal (Wahyu Prasetya)
Aroma Neo Sport Cafe makin kental dengan lampu utama bulat lengkap dengan DRL.
Agar posisi berkendara nyaman, dipasang setang fatbar, sehingga bikin betah saat dipakai menyusuri jalan kota Semarang.