Saat ini, normalnya, satu seri balap digelar dalam tiga hari pada akhir pekan yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Nah, jika seri balap pada masa mendatang mencapai 22, Brivio mengusulkan untuk menjalani setiap seri selama dua hari saja.
Baca Juga: Main Balap Ekstrem, Begini Espargaro Bersaudara Ilangin Bosan MotoGP Libur, Ngebut di Atas Salju
"Tentu saja, 22 balapan akan menjadi cukup sulit," ucap Manajer Tim Suzuki Davide Brivio, dilansir dari Crash.
"Saya pikir ini juga sulit bagi para pembalap, untuk menjaga konsentrasi dan terhindar dari stres selama 22 balapan."
"Lalu, bagi kami (tim), Anda (jurnalis), dan semua yang terlibat dan bekerja di sini (MotoGP), hal ini akan menjadi periode kerja yang sangat lama," kata Brivio lagi.
Mengacu pada pemikiran itulah, Davide Brivio pun kemudian menyampaikan gagasannya.
Baca Juga: Untung MotoGP Gak Berlaku Aturan Ga-Ge, Kalau Benar Kejadian, Balapan MotoGP Jadi Kayak Apa Tuh?
"Mungkin, cara menyiasatinya ialah mengurangi hari balapan di akhir pekan. Saya pikir itu bisa menjadi salah satu cara," tutur dia.
"Secara personal, saya akan memikirkan dan mengevaluasinya."
Baca Juga: Gak Banyak Yang Tahu, MotoGP Musim 2020 Ternyata Nomor Ini Paling Favorit di Semua Kelas
"Saya tidak tahu apakah itu memungkinkan atau tidak, tetapi saya rasa ini adalah sesuatu yang bisa kami pikirkan."
"Mari lakukan 22 balapan, tetapi mungkin kami pangkas jadwal menjadi Sabtu dan Minggu. Ini bisa menjadi jalan keluarnya karena kami perlu menemukan solusi," kata Brivio menambahkan.