MOTOR Plus-online.com - Kekesalan warga dan masyarakat mencapai titik puncak dan muak terhadap pengawalan moge dan kendaraan lainnya.
Sebab pengawalan moge cenderung arogan dan membayakan pengguna jalain lain dan masyarakat sekitar.
Terutama warga yang tinggalnya dilewati tempat wisata merasa muak karena seringnya konvoi.
Apalagi konvoi itu melanggar PP No. 43 tahun 1993, kendaraan yang dikawal tidak termasuk kendaraan yang mendapat prioritas.
Baca Juga: Jarak Terlalu Dekat, Video Tabrakan Beruntun Konvoi Yamaha NMAX, Korban Sampai Terseret di Jalan
Seperti kemarin (20/1) diungkapkan oleh Wahyu Prihanta dari Malang mengultimatum Kapolres dan Kasatlantas Kota Batu Malang.
Pak Wahyu unggah statusnya di akun facebook Wisata Pendidikan TEB Malang.
Berikut isi status:
BAPAK KAPOLRES KOTA BATU, TOLONG HENTIKAN PENGAWALAN KENDARAAN WISATA DI KOTA BATU
Bapak Kapolres dan Bapak Kasatlantas Kota Batu, kami sudah sangat muak dengan model pengawalan polisi pada kendaraan wisata di Kota Batu.
Pada hari minggu kemarin, Tanggal 19 Januari 2020. Tim kami sengaja memantau iring2 an kendaraan yang di kawal polisi di area Karang Ploso. Karang ploso memang bukan wilayah Kota Batu, sengaja kami ambil lokasi itu karena arah kendaraan menuju Kota Batu sebelum percabangan lewat Bumiaji dan Pendem. Kami.ambil hari minggu untuk menghindari alasan iring-iringan sebagai perjalanan dinas.