Find Us On Social Media :

Langkah Cegah Covid-19, Perlukah Semprotkan Cairan Desinfektan Pada Motor Kesayangan?

By , Wednesday, 01 April 2020 | 17:05
Ilustrasi penyemprotan desinfektan pada motor (Fadliansyah)


MOTOR Plus-online.com Sebagai langkah cegah penularan Covid-19 atau corona, perlukah semprotkan desinfektan pada motor kesayangan?

Virus Covid-19 atau Corona yang menjadi pandemi ini bikin banyak orang berusaha mencegah dan menghindari virus tersebut.

Salah satunya yang kini mulai trend dan merebak dengan menyemprotkan cairan desinfektan pada kendaraan, salah satunya motor.

Namun, sebelum brothers menyemprotkan cairan disinfektan ke motor, baiknya untuk mengetahui karakter virus corona.

Baca Juga: Berantas Virus Corona, Brembo Gencar Donasi untuk Bantu Riset Obat Pembasmi Covid-19, Segini Jumlahnya

Baca Juga: Keren Banget! Cegah Covid-19, Srikandi Damkar Kota Bandung Semprot Disinfektan ke Pengendara Motor

Hal ini supaya penanganannya aman, tepat dan tidak sia-sia ya brothers.

Melansir dari Kompas.com (01/04/2020) Dokter Rumah Sakit Al Huda, Banyuwangi, Jawa Timur, Febrina Sugianto mengatakan, pada dasarnya penyemprotan disinfekta di kendaraan perlu tapi hanya pada bagian yang sering dipegang saja.

"Iya jadi cairan disinfektan perlu digunakan untuk permukaan yang sering dipegang seperti salah satunya bagian kemudi kendaraan," ujar Febrina kepada wartawan

Febrina mengatakan, berdasarkan studi dari National Institute of Health di Amerika Serikat, kalau virus corona bisa bertahan 2-3 hari di atas plastik dan stainless steel bahkan 28 hari di suhu rendah.

Baca Juga: Sadis, Bosch Ciptakan Alat Tes Mutakhir Pendeteksi Virus Corona, Cuma Butuh Waktu Sesingkat Ini

Wakapolres Mojokerto Kompol David, mengenakan Helm virus corona saat menyemprotkan disinfektan dan sosialisasi bahaya Covid-19, Selasa (31/3/2020) ((KOMPAS.COM/DOK. POLRES MOJOKERTO))



" Virus ini bisa dinonaktifkan dalam satu menit hanya dengan disinfektasi. Gunakan alkohol 60-70 persen atau 0,5 persen hydrogen peroxide, atau bleach dengan 0,1 persen sodium hypoclorite," katanya.

Dokter Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, mengatakan, virus corona dilindungi oleh protein pada permukaannya yang melebur menjadi sel inang selama infeksi.