"Tim selalu dibentuk setiap tahun. Biasanya Satgas Rafi (Ramadhan dan Idul Fitri). Namun tahun ini ditambahkan Co (Covid)," ujar dia.
Selain bertugas memastikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG, satgas juga akan melakukan penanganan penyebaran Covid-19 di masing-masing lingkungan Pertamina di wilayahnya.
Baca Juga: Asyik, Pertamina Kasih Promo Cashback 50% Khusus Buat Driver Ojol, Begini Cara Ikutannya
"Koordinasi dari pusat. Implemantasi masing-masing wilayah Pertamina," katanya lagi. Kehandalan armada mobil tangki, aktivitas penerimaan dan penyaluran BBM dan elpiji di fuel terminal (FT) dan SPBE, semuanya dilaksanakan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) I Muhammad Roby Hervindo mengatakan, pencegahan Covid-19 dilakukan dengan melakukan disinfektasi ke seluruh lokasi operasi dan mewajibkan penggunaan masker.
"Seluruh pekerja termasuk awak mobil tangki (AMT) juga melaksanakan pemeriksaan Fit To Work (FTW) rutin sebelum memulai pekerjaan," kata Roby.
FTW dilakukan untuk memeriksa kondisi pekerja tetap sehat dan fit.
Adapun ini meliputi pemeriksaan suhu tubuh, pernapasan, tekanan darah, denyut nadi, tes mata dan tes keseimbangan.
Roby menambahkan, satgas Rafico MOR I memprediksi adanya peningkatan konsumsi BBM jenis bensin yang meliputi Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo untuk wilayah Sumatera Barat selama masa satgas, sebesar 24 persen dari rata-rata konsumsi normal.
Ini setara dengan kebutuhan dengan jumlah mencapai 2,2 juta liter per hari.