Find Us On Social Media :

Blak-Blakan, Ternyata Maverick Vinales Pernah Galau Pilih Ducati atau Yamaha

By Erwan Hartawan, Senin, 11 Mei 2020 | 09:50 WIB
Maverick Vinales diperpanjang kontraknya tim Yamaha pabrikan hinggan MotoGP 2022 karena bakat dan performanya musim lalu (Yamaha Motor Racing Srl)

MOTOR Plus-Online.com - Belum banyak yang tau nih, ternyata sebelum memutuskan untuk memperpanjang kontraknya Maverick Vinales pernah merasa galau.

Hal ini dikarena ia mempunya dua keputusan yaitu pindah ke Ducati atau bertahan di Yamaha.

Secara tidak langsung, Vinales membenarkan jika Ducati mencoba mendekatinya sebelum perpanjangan kontrak dengan Yamaha disepakati.

Pembalap Spanyol ini mengatakan jika dia memiliki kedekatan dengan tim manajer Ducati, Davide Tardozzi.

Baca Juga: Ikutan Pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo Ditantang Jawab Cepat Pertanyaan, Mendadak Kangen Momen Ini

Baca Juga: Berpeluang Mulai Lebih Cepat, MotoGP Coba Manfaatkan Jadwal Laliga

Dia mengatakan pada media SkySport.it bahwa ada beberapa hal yang membuatnya sulit memilih antara Ducati dan Yamaha.

"Aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Davide Tardozzi, sulit untuk memilih antara Ducati dan Yamaha," katanya dikutip dari Crash.net, Senin (11/5/2020).

"Pada akhirnya, aku memilih Yamaha karena aku ingin mencoba untuk memenangkan gelar, aku tidak tahu apakah aku akan mendapatkan kesempatan untuk melakukannya jauh dari Yamaha," ungkap Vinales.

"Aku pikir gaya balapanku akan sesuai untuk Ducati, yang mana sangat kuat. Itu adalah motor yang cantik, juga berterimakasih untuk aerodinamisnya. Tapi Yamaha kami juga sangat cantik," tegasnya.

Baca Juga: Masa Depan di MotoGP Masih Menggantung, Nasib Andrea Iannone Segera Diputuskan

Meski hingga 2022 nanti Maverick masih akan di Yamaha, dia tidak menutup kemungkinan untuk berpindah ke tim lain.

Jika bukan Ducati, Vinales tak ragu untuk kembali ke Suzuki apabila kondisinya memungkinkan.

"Untuk ke depannya? Siapa yang tahu, mungkin aku akan kembali ke Suzuki, tapi untuk saat ini aku hanya memikirkan untuk menang di Yamaha," ungkapnya.

Setelah menetapkan hati bersama Yamaha, Maverick Vinales juga membahas tentang bagaimana dia dan timnya berusaha untuk mengalahkan Marc Marquez dan Honda.

Baca Juga: Ditanya Soal Jadwal MotoGP 2020, Maverick Vinales Malah Bahas Motornya Sendiri, Apa Maksudnya?

"Seluruh tim harus 100 persen untuk mengalahkan Marquez, mencoba untuk mengalahkannya adalah tujuanku, tapi untuk melakukannya, kami harus memberikan yang terbaik di garasi," katanya.

Selain dengan Marc, Vinales juga punya tekad mengalahkan rekan setimnya, Valentino Rossi.

"Marc Marquez adalah orang yang perlu dikalahkan, tapi Rossi juga memiliki motorku, jadi aku harus mengalahkannya juga. Kemudian ada Dovizioso, dia juga sangat sulit dikalahkan," akunya.