"Ketakutan kami adalah bahwa partisipasi kami di Piala Dunia akan sangat terpengaruh. Karena itu sangat penting bahwa masalah ini diselesaikan," jelas Lin Jarvis.
Lalu ada masalah pengembalian.
Insinyur Jepang (tetapi juga orang Asia pada umumnya dan Australia) tidak dapat kembali ke negara mereka antara satu race dan lainnya, mengingat jarak waktu yang dekat.
Mereka harus tinggal di Eropa untuk waktu yang lama.
Namun, dalam perjanjian menetapkan bahwa orang asing hanya dapat tinggal selama 90 hari dalam waktu enam bulan.
"Kami mencari solusi untuk masalah ini," simpul Lin Jarvis.
“Dalam kebijakan perusahaan kami, kepatuhan terhadap hukum adalah prioritas utama. Karena itu, perusahaan seperti Yamaha tidak mau dan tidak akan melakukan apa pun yang tidak sesuai dengan hukum," tutupnya.