Sayang, Valentino Rossi gagal meraih titel juara dunia di 2015 karena di ronde terakhir hanya finis 4.
Kalau saja bisa finis podium 3, Valentino Rossi jadi juara dunia musim itu.
Terjadinya pergantian pemasok ban dari Bridgestone ke Michelin disebut-sebut jadi titik balik dropnya Valentino Rossi.
Bahkan Silvano Galbusera pun tak urung bisa mendongkrak performa Valentino Rossi.
Rasio kemenangan Valentino Rossi di 2016 menurun hanya mencatatkan 2 kali menang dalam satu musim.
Setahun berikut di 2017, rasio kemenangan Valentino Rossi makin drop hanya dengan 1 kali menang.
Jeda kemenangan Valentino Rossi di musim 2016 sampai 2017 butuh setahun lamanya.
Dua musim beruntun 2018-2019, rasio kemenangan Valentino Rossi nihil.
Artinya sejak MotoGP Belanda 2017 jadi terakhir Valentino Rossi mencicipi podium puncak.
Hampir 3 tahun lamanya Valentino Rossi paceklik kemenangan.