"Tapi tetap harus menyesuaikan tingkat ekonomi masyarakat setempat, dalam hal ini regional wilayah provinsi Jawa Tengah," tuturnya.
Rencana kenaikan PKB juga melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat sebelum adanya pandemi Covid-19.
Bila dilihat dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), provinsi Jawa Tengah memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.
Baca Juga: Kabar Gembira, Daerah Ini Beri Bebaskan Denda Plus Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
Total pendapatan dari PKB hingga Juni 2020 masih kisaran Rp 1,8 triliun, prosentasenya masih kecil.
Padahal, target hingga akhir tahun 2020 mencapai Rp 5,2 triliun.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang, Ngargono, menanggapi rencana kenaikan pajak kendaraan bermotor.
Ia menilai aturan tersebut tidak pada waktunya mengingat sekarang ini kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit akibat pandemi covid-19.
Baca Juga: Kabar Penting Buat Bikers, Ada Usulan Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor, Ternyata Ini Alasannya
"Waduh betul-betul nggak sensitif dengan kondisi yang sedang dialami rakyat saat ini," kata Ngargono.
Ia menilai, Pansus Pajak Daerah DPRD Jawa Tengah yang kini sedang melakukan pembahasan tidak peka dengan kondisi yang sekarang dialami masyarakat.
"Sangat tidak peka, memang paling gampang cari duit ya menaikkan tarif, pajak retribusi dan sejenisnya ibaratnya itu tidak usah keluar keringat," kata Ngargono.
Lebih jauh ia menilai, sebetulnya masih cukup besar peluang menaikkan pendapatan daerah.