Saat ini pihak manajemen pelaksana telah meminta persetujuan kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mencairkan insentif kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Baca Juga: Asik Nih! Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dapet Diskon Sampai 15 Persen, Begini Rinciannya
Dengan demikian, pencairan tersebut tak perlu lagi menunggu verifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dengan demikian, peserta yang telah menyelesaikan pelatihannya hingga gelombang III ini dan belum mendapatkan insentif dipastikan akan mendapatkannya pada pekan ini.
“Tidak perlu menunggu proses verifikasi pembayaran pelatihan yang menunggu BPKP, tadi pagi kita tetapkan dengan komite mengenai persetujuan insentif yang belum untuk batch I sampai III,” sebut dia.
Hingga saat ini, pemerintah telah membuka tiga gelombang program Kartu Prakerja. Jumlah orang yang sudah mendaftar di program andalan Jokowi tersebut mencapai 11,2 juta orang.
Baca Juga: Bikers yang Mau Belanja Sebaiknya Ditunda Dulu, 12 Pasar di Jakarta Tutup Karena Hal Ini
Adapun dari jumlah itu, hingga saat ini ada 680.918 orang yang tercatat menjadi peserta program Kartu Prakerja.
Untuk menyesuaikan dengan arahan Presiden RI untuk memprioritaskan mereka yang penghidupannya terdampak pandemi Covid-19, komposisi peserta adalah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 392.338 (58 persen), pencari kerja sebesar 244.531 (35 persen), pelaku UMKM sebanyak 7.396 (1 persen), dan pekerja yang masih bekerja atau dirumahkan sebesar 36.653 (6 persen).
Jumlah peserta yang telah mengikuti pelatihan sebanyak 573.080 peserta.
Mereka memilih 1.222 jenis pelatihan, antara lain keterampilan bahasa asing terutama bahasa Inggris, keterampilan berwirausaha, pemasaran dan konten digital, bisnis kuliner, Microsoft Office, dan banyak lainnya.
Kemudian, sebesar 477.971 peserta telah menuntaskan paling tidak satu pelatihan dan menerima sertifikat.