Find Us On Social Media :

Sia-sia Pakai Bensin yang Oktannya Kelewat Tinggi, Mesin Cepat Rusak dan Cemari Lingkungan

By Kamis, 02 Juli 2020 | 08:59
Isi bensin sesuaikan dengan kebutuhan mesin yaitu spek atau rasio kompresi (INDRA GT)

Jika kasusnya begitu akan terjadi 3 resiko atau dampak buruk yaitu:

1. Bahan bakar tidak terbakar sempurna. Karena bensin RON tinggi perlu kompresi tinggi agar mudah terbakar.

2. Timbulnya kerak-kerak karbon pada ruang bakar. Jadi, harus sering servi untuk dibersihkan.

3. Performa mesin jadi kurang maksimal. Emisi yang dihasilkan terlalu tinggi.

Baca Juga: News! Harga Bensin Pertamina, Shell, BP AKR, Total dan Vivo, Ada Bensin Oktan 89 Antara Premium 88 dan Pertalite 90

Trus bagaimana memilih bensin atau BBM yang pas supaya hemat bensin dan duit serta tidak berisiko seperti di atas.

Tri Yuswidjajanto ahli Konversi Energi ITB (Institut Teknologi Bandung) kasih penjelasan.

Dalam memilih bahan bakar perhatikan rasio kompresi yang dimiliki mesin.

Pak Yus kasih tabel atau panduan rasio kompresi dan RON bensin yang tepat.

Baca Juga: Update Harga Bensin Pertamina Per 1 Juli 2020 Setelah Dirutnya Rapat dengan DPR RI

Rasio Kompresi atau r RON Contoh Bensin
< 9 88 Premium
9 - 10 90 Pertalite
10 - 11 92 Pertamax
11 - 12 95 Shell V-Power
> 12 98 Pertamax Turbo
Nah, yang jadi pertanyaan bagaimana untuk tahu rasio kompresi yang dimilik oleh mesin atau kendaraan kita.

Ketika kita beli motor atau mobil akan disodori brosur yang di dalamnya terdapat spesifikasi teknik mesin.

Atau buka web masing-masing pabrikan motor atau mobil yang disana akan memuat produk yang di dalamnya ada spesifikasi teknik.