Find Us On Social Media :

Harga Bensin Sedang Jadi Sorotan, Ternyata Ini Sebab Harga Bensin Di Indonesia Paling Mahal, Ini Hitungannya

By , , Kamis, 02 Juli 2020 | 18:20
Ilustrasi pom bensin (Pertamina)

"Apalagi dibandingkan dengan kualitas bahan bakar minyak yang dijual, mahal banget," katanya melalui percakapan dengan wartawan.

Pria yang kerap disapa Puput ini mengatakan, penetapan harga BBM menggunakan harga minyak mentah Mean Oil Platt Singapore (MOPS) yang ditetapkan secara internasional.

Dalam MOPS ini, standarnya untuk katagori RON 92.

Baca Juga: Kenapa Nih, Pertamina Berencana Segera Hapus Salah Satu Jenis Bensin

Dengan harga di pasaran internasional 30 US Dollar per barel, menurut Puput harga pokok penjualan (HPP) dengan kurs saat ini di kisaran Rp 2.350.

Hitungannya, HPP ini didapat dari beberapa item yakni harga MOPS sebesar Rp 1.800 per liter ditambah item lainnya seperti PPN dan Alfa.

"Totalnya sebesar 25 persen. Jadi harga MOPS ditambah 25 persen sekitar Rp 2.350," kata Puput.

Uniknya, dalam penetapan harga HPP Premium misalnya, pemerintah menggunakan MOPS dengan katagori RON 92, namun dengan harga yang sangat tinggi, yakni Rp 4.836 per liter.

Baca Juga: Ajib Ada Part Motor Injeksi yang Tidak Terlihat Namun Wajib Diganti Setiap 2 Tahun

Sudah kualitasnya diturunkan dari RON 92 ke RON 88, ehhh harganya lebih tinggi 2 kali lipat," jelas Puput.

Dari HPP ini menurut Puput nantinya harga ke konsumen akan ada penambahan lagi seperti biaya handling terminal, keuntungan ritel plus pajak.

"Dari hitungan kami harga ekonomis untuk bensin RON 92 (Pertamax) setelah ditambah biaya di atas plus keuntungan ada di kisaran Rp 5.495 per liter," jelasnya.

Jadi, menurut Puput, adanya informasi mengenai bensin bersubsidi (Premium) merupakan tidak benar.