"Namun hal itu tidak boleh jadi beban, saya harus tetap konsentrasi ke balapan demi hasil terbaik," ungkap pembalap dengan nomor start 57 ini.
Hal serupa juga diamini oleh Carlo Merlini, Comm. & Marketing Manager Gresini Racing.
Baca Juga: Wuih, Respiro Merek Apparel Indonesia Andalan Banyak Tim MotoGP
Edgar Pons mengakui balapan Moto2 selama pandemi virus COVID-19 lebih berat (Federal Oil Gresini Moto2)
"Kru yang diizinkan berada di paddock terbatas, misalnya di Moto2 dan Moto3 hanya 12 orang, sedangkan MotoGP maksimal 40 orang," sebut Carlo Merlini.
Belum lagi ada tes COVID-19 buat setiap personel yang berada di sirkuit.
"Ini dilakukan tidak tiap hari, namun dilakukan setiap kali kru dan pembalap datang ke sirkuit," lanjut Carlo Merlini.
Yang pasti, masker harus dipakai buat setiap orang di paddock, dan terus menjaga kesehatan dan jarak antar orang.
Baca Juga: Sam Lowes Jelaskan Bedanya Menikung MotoGP dan Moto2, Kuncinya di Tangan
Biar lebih seru, pembalap kondang Dimas Ekky Pratama juga hadir sebagai narasumber di NgoVi ini.
Dimas Ekky menceritakan pengalaman dan kesiapannya untuk balapan Moto2.
"Yang pasti pembalap jadi punya waktu lebih banyak, karena libur panjang selama pandemi virus COVID-19," ungkap Dimas Ekky.
Untuk mengisi waktu dan menjaga fisik, para pembalap melakukan beragam latihan.