Di rentang waktu tersebut, sinar matahari menghasilkan sinar ultraviolet B (UV B) yang mengandung provitamin D3.
Nah, saat UV B mengenai permukaan kulit, sinar tersebut akan mengubah kolesterol di bawah kulit menjadi vitamin D3.
Nutrisi inilah yang turut memperkuat sistem imun manusia.
Baca Juga: PSBB Sudah Dilonggarkan, Protokol Kesehatan Ketat Tetap Diterapkan Yamaha
Sumber vitamin D selain sinar matahari
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sebenarnya kaya akan sinar matahari.
Sayangnya, beberapa riset menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat justru mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D.
Hal tersebut disebabkan padatnya aktivitas dan pola hidup sehari-hari.
Baca Juga: Virus Corona Menyebar Lewat Udara, Naik Ojol Masih Aman? Begini Penjelasan Doktor
Contohnya, berangkat kerja atau sekolah lebih pagi dan kebiasaan menghabiskan waktu di dalam ruangan, khususnya yang ber-AC.
Padahal, tubuh manusia membutuhkan asupan vitamin D tiap hari untuk menjaga metabolisme dan kekebalan tubuh.
Adapun, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan vitamin D tiap orang berbeda-beda.
Bayi berusia di bawah satu tahun, misalnya, membutuhkan vitamin D sebesar 400 IU per hari.