MOTOR Plus-Online.com - Meski sudah umum, ternyata masih banyak orang yang engga tau bedanya mesin 4-tak dan 2-tak.
Seperti salah satu bikers yang pernah bilang, mesin 2-tak itu adanya di motor kecil kayak motor bebek, kalau mesin 4-tak adanya di motor sport.
Malah ada yang sempat bertanya juga, motor 2-tak itu pakai mesin SOHC atau DOHC.
Eits, sabar... jangan ketawa dulu.
Kalau motor 4-tak punya langkah isap-kompresi-bakar-buang, maka di motor 2-tak langkah hisap dan buang terjadi bersamaan saat piston bergerak ke bawah (TMB).
Sedangkan langkah kompresi dan bakar terjadi bersamaan saat piston bergerak ke atas (TMA).
Karena cuma perlu 2 langkah untuk menghasilkan tenaga, motor bermesin 2-tak, biasanya punya keunggulannya yang lebih responsif saat akselerasi.
Dari segi perawatan juga mudah dengan konsekuensi bahan bakar yang lebih boros.
Oh ya, salah satu ciri khas motor 2-tak adalah ngebul dari knalpotnya.
Nah itu bukan karena rusak, tapi memang karena efek dari oli samping.
Tidak seperti mesin 4-tak yang hanya menggunakan satu jenis oli mesin saja, pada mesin 2-tak juga dibutuhkan oli samping.
"Motor 2-tak memerlukan oli samping untuk pelumasan komponen mesin seperti piston, ring piston, kruk as, bearing kruk as," beber Muhamad Jaji, Servis Advisor Yamaha Harapan Motor, Pancoran Mas, Depok.
"Oli ini ikut terbakar di ruang bakar," lanjutnya.
Jelasnya, oli samping yang terbakar di ruang mesin, otomatis akan menghasilkan asap.
Kalau di motor 4-tak mengeluarkan asap dari knalpot, itu jelas ada masalah pada mesinnya.
Istilah 2-tak atau 4-tak kategori mesin motor lebih khusus lebih populer di Indonesia karena resminya disebut 2-stroke atau 4-stroke.
Cara kerja mesin 2-tak/ 2 langkah (fastnlow.net)
Pertanyaan yang muncul, sebenarnya “Tak” itu dari mana asal usulnya, sehingga bisa sampai disebut-sebut oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia.
M. Abidin, GM Aftersales and Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) coba memberikan jawaban dari rasa penasaran ini.
Dia menyebut kalau “Tak” itu disebutnya berasal dari bahasa Belanda yang kemudian diserap menjadi istilah umum di tengah masyarakat Indonesia.
“Istilah 2-tak atau 4-tak itu adalah bahasa Belanda yang artinya stroke atau langkah. Seiring dengan waktu, sebutannya menjadi ‘Tak’," jelas Abidin.
"Ini sama seperti komponen crankshaft (poros engkol) yang kemudian dikenal di dalam negeri menjadi krukas,” sambungnya.
Selain itu, mesin 2-tak enggak pakai noken as dan klep ya, jadi jangan salah lagi.