Find Us On Social Media :

Jangan Ngaku-ngaku Bikers, Kalo Gak Paham 4 Etika Berkendara Ini

By , Jumat, 07 Agustus 2020 | 13:54
Ilustrasi bikers yang taat etika berkendara (Bapak Budi Berkendara)

Menggunakan klakson sewajarnya dilakukan saat waktu-waktu tertentu.

Misal sebagai peringatan kendaraan di depan yang tidak melihat sisi blind spot-nya atau memperingatkan pengendara akan bagian kendaraan yang dikemudikan (biasanya ban mobil) yang mengalami permasalahan.

Biker yang menggunakan klakson berlebihan dan mengganggu pendengaran bisa jadi membuat salah paham kendaraan lain.

Akhirnya, bisa berujung keributan antar pengendara di jalan raya.

Baca Juga: Street Manners: Komentar Pedas Praktisi Safety Riding Soal Pemotor yang Sering Ngebut Saat Jalanan Sepi

2. Lampu Sein Bukan Hiasan

Pengendara motor juga harus membiasakan diri untuk menggunakan lampu sein secara tepat.

Lampu sein seyogyanya untuk memberi tanda kendaraan di belakang bahwa kita ingin berbelok di tikungan, pertigaan, perempatan, atau mendekati U-Turn yang berada di sisi berlawanan dari laju motor.

Dalam memberikan tanda sein pengendara harus memberikan jarak sekitar 20 meter sebelum berbelok.

Baca Juga: Street Manners: Apa Bisa Dipenjara Melambaikan Tangan Saat Belok Sebagai Pengganti Lampu Sein?

3. Taati Peraturan Berkendara

Selayaknya semua yang mengemudikan kendaraan apapun, harus memiliki surat ijin mengemudi (SIM).

Dengan dokumen tersebut, pengendara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum yang sah dan setidaknya memiliki bukti kredibilitas bahwa pengendara sudah menjalani uji kelayakan mengendarai motor.