Hal itu atau time attack itu dimaksudkan agar jadi tabungan untuk bisa langsung lolos ke babak kualifikasi 2 (Q2).
Syarat dan ketentuan pembalap MotoGP untuk lolos langsung ke babak kualifikasi 2 (Q2) adalah harus mencatatkan waktu terbaik 10 besar di 3 sesi latihan resmi 1 sampai 3 (FP1, FP2 dan FP3).
Bila pembalap MotoGP tidak bisa tembus 10 besar di akumulasi waktu terbaik, maka pembalap yang waktunya di luar 10 besar, mulai 11 sampai 22 harus melakoni babak kualifikasi 1 (Q1).
Nantinya pembalap MotoGP yang menjalani Q1 akan diambil 2 terbaik untuk bisa lolos ke Q2.
Baca Juga: Live Streaming MotoGP San Marino 2020, Jadwal Lengkap Semua Kelas
Alasan banyak pembalap MotoGP berusaha mencetak waktu terbaik 10 besar di sesi latihan resmi 1 sampai 3 (FP1, FP2, FP3) hingga langsung lolos ke Q2.
Babak kualifikasi 2 (Q2) itu pembalap MotoGP bisa memperebutkan posisi terdepan alias pole position.
Q2 juga memasitkan 4 barisan terdepan untuk balapan atau raceday nanti.
Selain itu, pembalap yang langsung lolos Q2 bisa lebih berkonsentrasi dan fokus di sesi latihan resmi 4 (FP4).
FP4 itu biasanya jadi referensi pembalap untuk menentukan pilihan ban yang akan dipakai di saat raceday atau balapan di hari Minggu nanti.
Baca Juga: Jelang MotoGP San Marino 2020, Brembo Jelaskan 3 Titik Pengereman Terberat di Sirkuit Misano
Hal tersebut belaku juga untuk kelas di bawah MotoGP.
Hanya saja di Moto3 dan Moto2 bukan 10 besar terbaik dari FP1 sampai FP3 melainkan 14 besar langsung lolos ke Q2.