Kerak yang sudah mengkerak, sedikit terbaret ke bagian piston ataupun bagian silindernya, otomatis mesin jadi ngebul.
Penumpukan karbon di ruang bakar karena kelewat sering pakai bensin enggak sesuai rekomendasi pabrik (Dok. MOTOR Plus-Online.com)
Begitu ngebul, tenaga dari sepeda motor itu sendiri menjadi berkurang, alias loyo.
“Selain membuatnya jadi boros, penggunaan BBM dengan RON terlalu rendah juga membuat emisi gas buang menjadi tinggi,” buka Prof. Tri Yuswidjajanto.
“Akibatnya, menghasilkan polusi udara yang lebih banyak dan tentunya merugikan masyarakat banyak,” sambungnya.
Polusi udara ini menghasilkan beberapa penyakit berbahaya, seperti:
1. Karsinogen (kerusakan: organ, kanker, sumsum tulang belakang, otak, anemia)
2. Kerusakan Sistem Pernapasan (kurang oksigen, kerusakan otak, kanker paru-paru)
3. Kerusakan Sistem Peredaran Darah (darah mengental, arteroskeliosis, kardiovaskuler, stroke, diabetes)
Begitu pun jika rasio kompresi 10,5 : 1 tersebut menggunakan BBM dengan RON yang terlalu tinggi seperti Pertamax Turbo (RON 98).
“BBM dengan RON lebih tinggi bisa meninggalkan sisa-sisa BBM yang tidak terbakar,” beber Prof. Tri Yuswidjajanto.
Yus menjelaskan, bahan bakar yang tidak terbakar tersebut bisa saja masuk ke komponen mesin dan bercampur ke oli atau biasa disebut fuel dilution.
Seperti halnya Yamaha NMAX yang memakai BBM Pertamax Turbo dianggap mubazir.