Sodikin menjelaskan bahwa vespa berwarna biru langit yang saat ini dimilikinya didapatkannya dari seorang kerabat yang sudah lama tidak berjumpa sejak belasan tahun.
"Ini paling sejarah banget. Waktu itu saya sudah tidak punya sudah 2 tahun lebih. Saya punya teman pas tugas di Jakarta. Kenal dia 2002 dan baru ketemu lagi 2018," ungkapnya.
"Dia ngabarin katanya bapaknya punya vespa, peninggalan bapaknya. Kondisinya udah rongsok. Dikirim surat-suratnya ternyata ini vespa tahun 65. Awalnya ditawarin Rp 5 juta, tapi saya cuma punya uang Rp 3 juta. Akhirnya ditawar lagi jadinya harganya Rp 3,5 juta," sambungnya.
Sodikin pun mengaku bahwa dirinya harus merogoh kocek cukup dalam lantaran biaya mempercantik vespanya lebih mahal daripada membeli pertama kali.
"Lalu saya bangun sekitar 2 bulan. Beli cuma Rp 3,5 juta kalau bangunnya lebih mahal sekitar Rp 4 juta. Turun mesin, bodynya udh keropos diganti," tegasnya.
Terkait sang istri yang mengidam, Sodikin menjelaskan bahwa setiap hari istrinya minta untuk diboncengi vespa ketika berlergian.
"Pas ngidam setiap hari kalu belanja pake vespa. Kebetulan karena waktu itu cuma ada thunder dan udah dijual akhirnya ya pake vespa aja," ungkapnya.
Baca Juga: Harga Vespa Primavera Sean Wotherspoon Sentuh Rp 150 Juta, Begini Kata Piaggio Indonesia
Tak berhenti sampai di situ, bahkan saat sang buah hati telah dilahirkan, anaknya tersebut setiap hari harus melihat vespa yang dimiliki ayahnya.
"Malahan sampai anak ketiga tiap hari kalau video call pasti yang ditanyain vespa. Jadi harus liat vespa tiap hari, bebernya.
Terkait nama, vespa biru langit yang dimiliki Sodikin diberi nama yang unik.
"Alasan nama gembul. Bentuknya ini kan bulat-bulat gemas. Melihat vespa ini tidak ada bosannya. Ini namanya si gembul," paparnya.