"Juga sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bandung untuk mendorong mindset dan perilaku berkendara ramah lingkungan," ujar Samyarto.
"Gesits siap mendukung kebijakan Pemkot Bandung untuk mengimplementasikan program renewable energy," sambungnya.
Baca Juga: Lebih Hemat Mana Gesits atau Motor Konvesional? Intip Yuk Perbandingannya
Sementara S&M PT WIMA/Gesits, Abdullah Alwi menambahkan bahwa setelah melalui rangkaian proses riset, tahapan uji coba dan produksi yang konstruktif, Gesits hadir dengan menggunakan teknologi motor bertenaga listrik yang telah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan RI.
Tambah Alwi, sehingga sudah layak untuk digunakan masyarakat umum dan dapat diterbitkan STNK/BPKB layaknya sepeda motor konvensional saat ini.
"Gesits mengombinasikan keamanan, performa dan efisiensi, motor ramah lingkungan dengan biaya operasional hingga 70 persen persen lebih efisien dari motor konvensional," ujarnya.
Gesits dilengkapi motor listrik dengan tenaga puncak 5 kW dan menggunakan baterai Lithium NCM berkapasitas 1.44 KWh untuk 1 baterai.
Baca Juga: Video Perayaan Spesial HUT Ke-75 Republik Indonesia, Motor Listrik Gesits Dimodifikasi Pakai Sespan
Ditambah dapat digunakan dengan 2 baterai sehingga dapat berjalan hingga 100 kilometer per satu kali pengisian daya.
Waktu pengisian daya antara 3 hingga 4 jam, dengan 30 menit pertama dapat menempuh jarak 10 Km.
Urusan fitur, motor listrik ini menyematkan double disk brake, transmisi pulley, suspensi belakang monoshock, LED Daytime Running Lights, dan HID Projector Head Lamps.
Selain itu, Gesits juga dilengkapi dengan digital dashboard yang dapat terkoneksi dengan ponsel pengendara.
Baca Juga: Sering Dibilang Kendaraan 'Gaib', Ternyata Motor Listrik Gesits Punya Belasan Dealer di Indonesia