Find Us On Social Media :

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 500 Ribu Langsung Cair, Syaratnya Cuman Bikin 1 Kartu Ini Doang Bro

By , Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:30
Bantuan langsung tunai (BLT) Rp 500 ribu langsung cair, syaratnya cuman bikin 1 kartu ini doang bro. (Tribunnews.com)

Baca Juga: Jangan Gemeteran Dapat SMS Saldo Bertambah Rp 2,4 Juta di Rekening BRI, Nih Cara Mencairkannya

Mekanisme daftar Bansos Tunai Rp 500 ribu, cair mulai bulan September, cek BLT Non PKH https://cekbansos.siks.kemsos.go.id atau aplikasi SIKS-DATAKU

Di masa pandemi covid-19, Pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan untuk masyarakat, salah satunya adalah bansos tunai Rp 500 ribu atau BST.

Simak mekanisme dan syarat daftar bansos tunai Rp 500 ribu yang dikenal sebagai BLT yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berstatus non-PKH.

Untuk mengetahui apakah anda menerima bansos tunai Rp 500 ribu ini dapat melalui link https://cekbansos.siks.kemsos.go.id/ atau aplikasi SIKS-DATAKU.

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial alias bansos tunai senilai Rp 500.000 kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Duit Bantuan Facebook Rp 31 Juta Per Orang Dibagikan untuk Modal Usaha, Cukup Dari HP Isi Link Pendaftaran Resminya

Bansos Kemensos 2020 ini dilakukan sekali salur untuk keluarga penerima manfaat.

Dikutip dari Kontan.co.id (31/8/2020), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program ini merupakan KPM Program BPNT non-PKH.

Dana ditransfer pada Kartu KKS ( Kartu Keluarga Sejahtera) dan dapat ditarik tunai di ATM bank-bank himbara dan tidak dikenakan biaya administrasi.

Dananya dapat dimanfaatkan untuk menambah pembelian sembako atau untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, kecuali rokok, pulsa, dan barang lain yang tidak berguna.

Total anggaran untuk bansos tunai untuk 9 juta keluarga penerima manfaat ( KPM) mencapai Rp 4,5 triliun. Lantas, bagaimana cara mendapatkan bansos tunai Rp 500.000?

"Sebanyak 9 juta KPM dari Program Sembako non PKH mendapatkan tambahan bantuan Rp 500 ribu dengan total anggaran senilai Rp 4,5 triliun," kata Dirjen PFM Kementerian Sosial, Asep Sasa Purnama, sebagaimana dikutip dari laman Kemensos, kemsos.go.id, Rabu (2/9/2020).