Agar lebih maksimal, perlu dipetakan lagi wilayah-wilayah yang dari sisi polusi masih cukup tinggi.
"Proses edukasi melalui program Langit Biru ini sangat baik saya kira, apa yang dilakukan oleh Pertamina dan pemerintah untuk mengajak masyarakat beralih ke BBM ron tinggi, sangat tepat," ujar Mamit dalam keterangannya, Kamis (29/10).
Baca Juga: Makin Garang! Ducati Tawarkan Diavel 1260 Terbaru, Fiturnya Bikin Tercengang
Ilustrasi SPBU Pertamina. (PT. Pertamina)
Agar program maksimal, kebijakan pembatasan Premium juga perlu dilakukan.
Selain sudah tidak sesuai dengan perkembangan terkini kendaraan bermotor, uga supaya program Langit Biru bisa lebih maksimal.
Bisa saja dengan memberi diskon untuk produk BBM seperti Pertalite maupun Pertamax.
Selain itu, pemerintah daerah pun bisa meminta kepada Pertamina untuk tidak menyalurkan Premium ke wilayah mereka jika memang masyarakatnya siap untuk tidak menggunakan Premium.
Premium dan Pertalite selama disparitas harga yang masih jauh ditambah kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih, maka akan selalu dipilih.
Baca Juga: Modifikasi Motor Yamaha Livery 60th Anniversary, RX-King Sampai XMAX Jadi Sangar
Karena itu perlu terus dilakukan sosialisasi dan edukasi juga skema terbaik agar masyarakat mau menggunakan BBM non subsidi.
Mamit menilai saat ini, memang sudah seharusnya pemerintah meniadakan penjualan jenis BBM oktan rendah di Kota Jakarta dan Bodetabek, juga kota besar lain, agar udara lebih sehat. Juga daerah yang polusinya tinggi.
"Peniadaan BBM premium atau jenis BBM lain yang tidak ramah lingkungan, bukan saja urgen untuk mengurangi tingginya polusi, juga menjaga kesehatan masyarakat," kata dia.