Kekerasan itu dilakukan oleh 13 orang dari rombongan komunitas Harley-Davidson.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami beberapa luka fisik.
Seorang anggota TNI bernama Serda Mistari mengalami luka bibir pecah.
Selain itu, kepala korban bengkak akibat dipukuli.
Kemudian Serda Yusuf mengalami kepala bengkak akibat dipijak.
Baca Juga: Ngeri, Ibu-ibu Tonton Video Viral Pengeroyokan Geng Motor, Ternyata Korbannya Anaknya Sendiri
Korban juga mengalami leher sakit, perut memar akibat tendangan.
Akibat pengeroyokan itu, polisi langsung menetapkan dua anggota klub moge Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) sebagai tersangka pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI di Bukittinggi, Sumbar.
Tak hanya itu, 13 unit motor gede (moge) Harley Davidson milik pengeroyok anggota TNI yang dipakai dalam konvoi di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) ikut disita.
Melihat kejadian tersebut, Direktur Keselamatan Berlalu Lintas Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Ipung Purnomo angkat bicara.
Baca Juga: Awas Ketipu Kloningan Moge Kawasaki Z1000 Desain Mirip Banget, Harga Cuma Rp 62 Juta
"Jujur saya cukup prihatin dengan kejadian ini, harusnya tidak perlu terjadi hal tersebut, kalau kita masing-masing bisa menahan diri. Kita harus menyadari bahwa jalan umum adalah milik bersama, jadi kita harus bisa berbagi jalan dengan pemakai jalan umum yang lain," kata Ipung, Minggu (1/11/2020).